Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apakah Bisa Bayi Alergi ASI? Simak Penjelasannya di Sini

Apakah Bayi Bisa Alergi ASI? - Pasti setiap orang tua dirumah tentu berharap anaknya untuk selalu mendapatkan asupan ASI eksklusif. Akan tetapi, banyak ibu yang khawatir mengenai bayi alergi ASI, dikarenakan akan mempengaruhi kesehatan bayi itu sendiri. Jadi apakah hal tersebut memang perlu kita khawatirkan? Lalu bagaimana penjelasan para dokter mengenai alergi ASI? Simak terus penjelasan alergi pada bayi ASI selengkapnya di bawah ini. 

Apakah Bayi Bisa Alergi ASI? Simak Penjelasannya di Sini

Bayi Alergi ASI Ibu Dipengaruhi Oleh Asupan Tertentu

Beberapa pakar kesehatan di dunia mengungkapkan bahwa bayi alergi ASI sebenarnya tidaklah ada, namun alergi yang biasany terjadi bukanlah disebabkan oleh ASI melainkan dari makanan ataupun minuman yang di konsumsi oleh ibu yang sedang menyusui.

Walaupun begitu tetap saja reaksi dari alergi ASI yang di akibatkan dari makanan atau minuman tertentu ini merupakan sesuatu yang sangat jarang terjadi. Ciri ciri bayi alergi ASI akibat dari asupan yang dikonsumsi oleh ibunya terlihat dari munculnya gejala mual, diare, sesak napas dan ruam disekujur badan, yang bisa bertahan beberapa jam setelah mendapatkan ASI.

Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai ciri bayi alergi ASI, di antaranya:

1. Ruam
Namun jika bayi mengalami gejalah gumoh yang lebih dari frekuensi normal, maka Anda harus segera membawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan dengan tepat. Selain gumoh, ciri bayi alergi ASI juga terlihat dari kulit yang memerah. Kondisi ini bisa terja diakibat karena si ibu mengonsumsi makanan laut.

2. Gumoh
Perlu kita ketahui, bahwa tanda tanda bayi alergi ASI seperti muntah ataupun gumoh bisa saja terjadi secara spontan. Namun terdapat perbedaan antara gumoh dengan muntah. Gejalah gumoh biasanya hanya ada sedikit cairan yang dikeluarkan namun tidak disertai dengan kontraksi otot perut. Gumoh ini bisa dikatakan normal apabila frekuensinya 1 sampai 4 kali sehari.

3. Mengi
Tanda tanda bayi alergi ASI juga dapat terlihat dari munculnya gejala sesak napas atau nafas yang berbunyi. Kondisi ini akan terjadi setelah bayi Anda meminum ASI. Meskipun tanda tanda ini mirip seperti gejala asma, namun hal itu tidak selalu menjadi ciri utama.

4. Diare
Indikasi penyebab diare pada bayi bisa terjadi karena bayi mengalami alergi ASI. Bahkan, diare bisa langsung terjadi setelah bayi lahir dan menerima ASI termasuk kolostrum. Hal ini dikarenakan sistem pencernaan bayi tidak mampu menerima beberapa protein dan kadar laktosa yang dalam ASI. Jadi Diare merupakn suatu kondisi yang sangat berbahaya, ketika menemui gejala tersebut segeralah membawa bayi Anda ke dokter anak terdekat.

Asupan yang Perlu Diperhatikan agar Alergi ASI Tidak Terjadi

Yang menjadi salah satu bahan makanan penyebab bayi alergi ASI adalah susu sapi. Hal ini bisa terjadi karena terserapnya kandungan protein di susu sapi. Saat proses menyusui maka protein bisa masuk ke tubuh bayi, dan dimana hal ini bisa menjadi penyebab munculnya gejala alergi ASI.

Selain dikarenakan susu sapi, ada bahan makanan lain yang bisa menyebabkan alergi ASI yakni buah-buahan yang mengandung sitrus (jeruk, lemon, dan lain-lain), telur, kacang-kacangan, tomat, dan tepung terigu.

Ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya perlu dicermati karena kemungkinan dapat memicu juga alergi pada bayi, antara lain cokelat, brokoli, cabai, bawang, dan produk olahan susu. Selain itu, bayi kemungkinan akan mengalami alergi saat meminum ASI apabila si ibu mengonsumsi:

1. Susu Sapi
Jika bayi alergi ASI terjadi karena ibu mengonsumsi susu, sebaiknya Anda coba untuk berhenti mengonsumsinya selama 2 sampai 4 minggu, namun proses menyusui tetap dapat berjalan. Anda tetap bisa mengonsumsi susu setelah gejala mereda. Namun, apabila muncul gejala yang lebih parah lagi maka Anda segera harus berkonsultasi dengan dokter.

2. Minuman Berkafein
Mengkomsumsi sebanyak dua cangkir kopi setiap hari untuk ibu yang sedang dalam masa menyusui maka bisa memengaruhi jam tidur bayi. Sekitar 1% kafein yang dikonsumsi dapat diserap ke dalam ASI Ibu. Kondisi inilah yang bisa menyebabkan bayi alergi ASI.

3. Minuman Mengandung Alkohol
Apabila ibu hamil mengonsumsi minuman-minuman beralkohol maka kandungan yang ada didalamnya bisa diserap ke dalam ASI sehingga akan memengaruhi kesehatan bayi. Jadi untuk menghilangkan alkohol dari aliran darah dibutuhkan waktu beberapa jam.

3. Ikan Bermerkuri

Meskipun beberapa ikan yang mengandung asam lemak omega-3 dan protein yang baik bagi tubuh. Namun ada juga beberapa ikan mengandung merkuri yang dapat membahayakan kesehatan tubuh. Beberapa ikan tersebut yakni: ikan tuna, ikan makarel, dan ikan todak. Kandungan merkuri yang ada didalam ikan tersebut dapat mengkontaminasikan ASI dan sangat berisiko menganggu perkembangan otak bayi.

Mencegah Bayi Alergi ASI

Bayi yang alergi ASI merupakan sesuatu yang kompleks, maka konsultasi dengan dokter sangat diperlukan untuk menentukan pola makan yang baik dan sehat untuk ibu menyusui. Meskipun ada banyak makanan dan minuman tapi sebaiknya harus tetap dihindari, Anda harus memenuhi asupan gizi seimbang demi perkembangan buah hati.

Berikut ini merupakan beberapa langkah yang bisa dilakukan jika bayi memiliki riwayat penyakit alergi, antara lain:
  • Sebisa mungkin hindari untuk memberikan susu sapi formula kepada bayi selama 4 - 6 bulan pertama. Apabila memang bayi membutuhkan asupan susu, maka alternatif yang bisa dilakukan adalah memberikan susu formula hidrolisat parsial atau total.
  • Jika kalian mulai memperkenalkan makanan alergenik kepada bayi seperti susu, telur, dan gandum, maka mulailah dari satu jenis saja dan dengan jumlah yang sedikit untuk setiap kali konsumsi.
  • Rutin selalu untuk membersihkan tempat tidur bayi Anda dari tungau atau debu.
Selain itu, ada beberapa cara berikut ini yang bisa Kalian terapkan untuk mencegah bayi alergi makanan, Yaitu:
  • Hindari selalu dari paparan asap rokok selama Anda hamil dan setelah bayi lahir.
  • Untuk pemberian ASI eksklusif adalah 6 bulan pertama setelah kelahiran bayi.
  • Proses penyapihan lebih baik tidak dilakukan sebelum memasuki usia minimal 17 bulan.
  • Mulailah dengan MPASI selagi bayi masih menerima ASI dan bisa dilakukan jika usia sudah mencapai 6 bulan.
  • Apabila sudah memasuki usia 12 bulan, maka sebaiknya bayi sudah menerima semua jenis makanan yang cocok untuk usianya, termasuk makanan ataupun minuman yang akan berpotensi terjadinya alergi.
  • Selama Ibu hamil dan menyusui, harus minimalkan atau mengurangi penggunaan obat-obat antimual, parasetamol, maupun obat golongan NSAID.
  • Selama mengandung dan menyusui, seorang ibu diwajibkan menerapkan pola makan yang sehat, termasuk mengenalkan berbagai jenis makanan yang dapat berpotensi alergenik.
  • Untuk pemberian MPASI yang terlalu dini dapat meningkatkan risiko alergi pada bayi. Akan tetapi pemberian MPASI yang terlalu lambat juga bisa mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya si bayi. Kondisi seperti inilah yang menghambat proses pengenalan berbagai jenis makanan pada bayi sehingga akan meningkatkan risiko terjadinya alergi.
Meskipun begitu, kondisi dimana alergi ASI jangan sampai membuat Anda untuk menghentikan pemberian ASI eksklusif pada bayi, penghentian bisa dilakukan apabila makanan atau minuman tersebut dapat menyebabkan terjadinya alergi. Untuk itu nilai gizi yang terkandung di dalam ASI Ibu sangatlah penting dan tidak bisa tergantikan oleh susu formula yang banyak dijual dengan berbagai merek.

Posting Komentar untuk "Apakah Bisa Bayi Alergi ASI? Simak Penjelasannya di Sini"

Berlangganan via Email